Dari Ali r.a Nabi saw. bersabda : " Jika umatku telah melakukan 15 perkara, akan muncul malapetaka." Beliau pun ditanya, " apa saja ya Rasulullah ?" Rausulullah menjawab, " (1) jika harta rampasan perang telah diperebutkan, (2). amanah menjadi ( lahan mengeruk) keuntungan, (3) harta zakat ditahan, (4). suami tunduk pada isterinya, (5). durhaka kepada ibunya, (6). lebih suka berbuat baik kepada temannya, (7). orang tuanya dijauhi, (8). suara-suara lantang ( fasik ) dimasjid-masjid, (9). pemimpin suatu kaum adalah orang yang paling hina, (10). memuliakan seseorang karena takut kejahatannya, (11).minum khamar, (12) lelaki memakai sutra, (13). mengidolakan biduan, (14). mengidolakan alat musik, (15). generasi umat sekarang mengutuk para pendahulunya. Jadi, pada kondisi seperti itu tunggulah ( perhatikan ) angin kemerah-merahan, atau ditenggelamkanya bumi ( banjir) atau dihancurkannya (gempa bumi). Masya Allah....!!
Bila kita tafsirkan dengan keadaan sekarang :
1. Harta rampasan perang telah diperebutkan :
Saya menafsirkan harta itu adalah harta negara yang saat ini sedang digerogoti oleh para pengusaha2 yang kita kenal dengan istilah KONGLOMERAT HITAM....DAN ITU SUDAH TERJADI...!
2. Amanah menjadi (lahan mengeruk) keuntungan :
Orang menjadi pejabat untuk bisa melakukan KORUPSI, apalagi dengan sistem PILKADA siapa saja bisa menjadi pejabat negara asal ada uang dan pengaruh (penjahat/ preman pasar)...DAN ITU SUDAH TERJADI...!
3. Harta ZAKAT ditahan :
Jika kita mendengar laporan keuangan mesjid setiap hari jum'at, begitu banyaknya uang kas mesjid tapi masyarakat disekitar mesjid itu hidup penuh kekurangan padahal Rasulullah saw. bersabda : ' Hendaknya setiap mesjid itu menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat disekitarnya."...DAN ITU SUDAH TERJADI....!
4. Suami tunduk pada isterinya :
Dan saat ini tidak heran medengar itu, karena sudah umum dan masyarakat sepertinya sudah memaklumi isteri2 sekarang memang mendominasi membuat keputusan2 dalam rumah tangga....DAN ITU SUDAH TERJADI....!
5. Durhaka kepada ibunya :
Masya Allah....saat ini banyak anak menitipkan ibunya di panti2 jompo karena tidak mau direpotkan mengurus dan merawatnya yang sudah tua/pikun dan sakit2an dan lebih durhakanya lagI... lebih memuliakan isterinya daripada ibunya....Nauzubillahminzalik...!....DAN ITU SUDAH TERJADI...!
6. Lebih suka berbuat baik kepada temannya :
DAN ITU SUDAH TERJADI...!
7. Orang tuanya dijauhi :
Saat ini banyak seorang anak dengan alasan sibuk bekerja tidak sempat menengok orang tuanya...DAN ITU SUDAH TERJADI...!
8. Suara2 lantang (fasik) dimesjid2 :
Banyak para DAI sekarang menyeru kepada kebaikan, sementara meraka tidak melakukannya..... DAN ITU SUDAH TERJADI....!
9. Pemimpin suatu kaum adalah orang yang palin hina :
(lihat point 2 diatas)......DAN ITU SUDAH TERJADI....!
10. Memuliakan seseorang karena takut akan kejahatannya :
MAFIA yang berkedok ORMAS...DAN ITU SUDAH TERJADI...!
11. Minum khamar :
DAN ITU SUDAH TERJADI....!
12. Lelaki memakai sutera :
DAN ITU SUDAH TERJADI....!
13. Mengidolakan biduan :
Banyak berdirinya FAN'S CLUB....DAN ITU SUDAH TERJADI....!
14. Mengidolakan alat musik :
Banyak saat ini orang membeli alat musik bekas dengan nilai yang luar biasa, karena bekas pemusik terkenal....DAN ITU SUDAH TERJADI....!
15. Generasi umat sekarang mengutuk para pendahulunya :
DAN ITU SUDAH TERJADI....!
AKIBATNYA :
1. Tunggulah angin kemerah2an :
Angin puting beliung...DAN ITU SUDAH TERJADI....!
2 Ditenggelamkannya bumi :
TSUNAMI ACEH....dan saat ini terjadi banjir hampir diseluruh wilayah Indonesia ...DAN ITU SUDAH TERJADI....!
3. Dihancurkannya bumi ( gempa bumi ) :
Gempa bumi di Yogyakarta dan Tasikmalaya, Padang dan hampir sebagian wilaya Indonesia dibarengi dengan Longsor dan banjir bandang ....DAN ITU SEMUA SUDAH TERJADI....!
ITULAH SEBAGIAN TANDA-TANDA KECIL KIAMAT YANG SUDAH DAN SEDANG TERJADI, BERDASARKAN HADIST RASULULLAH SAW,....DAN KITA SEMUA SAAT INI SEDANG BERADA DIZAMAN ITU......MASYA ALLAH....!
"YA ROB....SELAMATKANLAH KAMI DARI BENCANA KIAMAT YANG TANDA-TANDANYA TELAH DISAMPAIKAN OLEH KEKASIHMU RASULULLAH SAW, AMPUNILAH SEGALA DOSA KAMI, YANG KECIL MAUPUN YANG BESAR, YANG KAMI SENGAJA MAUPUN YANG TIDAK KAMI SENGAJA, YANG SUDAH MAUPUN YANG BELUM KAMI TERJADI...TERIMALAH TAUBAT KAMI YA ROB....SESUNGGUHNYA ENGKAU MAHA PENERIMA TAUBAT....AMIN YA ROBBAL ALAMIN."
Rabu, 24 Maret 2010
Selasa, 23 Maret 2010
ZAKAT UNTA
Ubay bin Kaab r.a bercerita, “ suatu ketika, Rasulullah saw menyuruhku mengumpulkan zakat mal. Aku menjumpai seseorang yang telah menjelaskan hartanya, ternyata ia wajib membayar zakat seekor anak unta yang berumur satu tahun. Akupun menagih pembayarannya. Ia berkata, “ Apa gunanya seekor anak unta berusia satu tahun? Ia tidak dapat memberi susu atau ditunggangi. “ Lalu ia membawa seekor unta betina dewasa dan berkata.”Ambilah unta ini.” Aku berkata, “ Aku tidak dapat menerima unta yang melebihi kadarnya. Namun jika engkau bersikeras ingin memberikannya, kebetulan hari ini Nabi saw. Mengunjungi suatu daerah didekat tempat ini. Sampaikanlah tawaranmu ini kepada beliau. Jika beliau tidak keberatan, aku tidak menolaknya. Sebaliknya, jika beliau keberatan, aku juga menolaknya.”
Kemudian orang itu membawa unta betinanya kepada Nabi saw, ia berkata,” Ya Rasulullah, utusanmu telah datang menemuiku untuk memungut zakat dariku. Demi Allah, sebelumnya aku belum pernah memperoleh kesempatan yang sangat berbahagia ini, yaitu menunaikan zakat kepada Rasulullah atau wakilnya. Oleh sebab itulah aku menyampaikan kepada wakilmu semua milikku. Setelah dihitung olehnya, ia memutuskan bahwa aku wajib berzakat seekor anak unta berumur satu tahun. Ya Rasulullah, anak unta seumur itu belum dapat mengeluarkan susu atau dijadikan tunggangan. Aku ingin menggantinya dengan seekor unta betina dewasa,tetapi ia tidak maumenerimanya. Untuk itulah aku menemui engkau dengan membawa unta betina ini.”
Rasulullah saw. Bersabda, “ Benar, hanya itulah kewajiban zakatmu. Jika kamu sanggup memberi lebih dari kewajibanmu, apa itupun akan diterima. Semoga Allah membalas kebaikanmu.” Kemudian orang itu menyerahkan unta betinanya dan beliau menerimanya serta mendoakan keberkahan untuknya.”
Demikianlah contoh seorang sahabat yang menunaikan zakat hartanya. Hari ini banyak yang mengaku sebagai pengikut dan pecinta Nabi saw. Namun, jangankan menambah nilai zakat wajib, menunaikannya dengan kadar yang betulpun masih sulit. Dan menunaikan kadar yang wajib dianggap sebagai kematian. Sebagian besar orang kaya tidak pernah membicarakan hal ini sama sekali. Sedangkan kalangan menengah memahami bahwa mereka adalah orang yang beragama, dan zakat mereka hanya ditunaikan untuk sanak saudara serta kaum kerabat, atau jika terdesak, akan diberikan ketempat lain. Dan itulah yang diniatkan sebagai zakat…….Subhanallah…!
Ya Allah tanamkanlah didalam hati kami agar setiap yang diwajibkan atas kami, tidak menjadi beban bagi kami…Amin
Dikutip dari : Kisah teladan Rasulullah dan para sahabat r.a.
Kemudian orang itu membawa unta betinanya kepada Nabi saw, ia berkata,” Ya Rasulullah, utusanmu telah datang menemuiku untuk memungut zakat dariku. Demi Allah, sebelumnya aku belum pernah memperoleh kesempatan yang sangat berbahagia ini, yaitu menunaikan zakat kepada Rasulullah atau wakilnya. Oleh sebab itulah aku menyampaikan kepada wakilmu semua milikku. Setelah dihitung olehnya, ia memutuskan bahwa aku wajib berzakat seekor anak unta berumur satu tahun. Ya Rasulullah, anak unta seumur itu belum dapat mengeluarkan susu atau dijadikan tunggangan. Aku ingin menggantinya dengan seekor unta betina dewasa,tetapi ia tidak maumenerimanya. Untuk itulah aku menemui engkau dengan membawa unta betina ini.”
Rasulullah saw. Bersabda, “ Benar, hanya itulah kewajiban zakatmu. Jika kamu sanggup memberi lebih dari kewajibanmu, apa itupun akan diterima. Semoga Allah membalas kebaikanmu.” Kemudian orang itu menyerahkan unta betinanya dan beliau menerimanya serta mendoakan keberkahan untuknya.”
Demikianlah contoh seorang sahabat yang menunaikan zakat hartanya. Hari ini banyak yang mengaku sebagai pengikut dan pecinta Nabi saw. Namun, jangankan menambah nilai zakat wajib, menunaikannya dengan kadar yang betulpun masih sulit. Dan menunaikan kadar yang wajib dianggap sebagai kematian. Sebagian besar orang kaya tidak pernah membicarakan hal ini sama sekali. Sedangkan kalangan menengah memahami bahwa mereka adalah orang yang beragama, dan zakat mereka hanya ditunaikan untuk sanak saudara serta kaum kerabat, atau jika terdesak, akan diberikan ketempat lain. Dan itulah yang diniatkan sebagai zakat…….Subhanallah…!
Ya Allah tanamkanlah didalam hati kami agar setiap yang diwajibkan atas kami, tidak menjadi beban bagi kami…Amin
Dikutip dari : Kisah teladan Rasulullah dan para sahabat r.a.
Minggu, 07 Maret 2010
RASA MALU
Perasaan malu itu dari Allah swt, bukan dari mahluk. Dialah yang ada sebelum segala sesuatu itu ada, tetapi kamu malu kepada mahluk dan berani menentang Allah, padahal Dia Maha Pemurah dan Mahakaya. Kebiasaan Dia adalah pemurah, sedang kebiasaan selain Dia adalah kikir. Kembalilah kamu dengan segala permintaanmu kepada Allah swt dengan segala ciptaan-Nya. Jagalah batas-batas agama-Nya serta tetaplah kamu bertakwa kepada-Nya, maka Dia akan memberi petunjuk kepadamu. Mohonlah petunjuk kepada-Nya, menghadaplah kepada-Nya dan jangan hiraukan keindahan dunia dan akhirat. Sesungguhnya bagianmu dari keduanya tidak akan terlewatkan. Jika Dia tidak menunjuki hatimu, maka kamu seperti hewan yang tidak berakal. Orang yang dipimpin dengan akalnya untuk taat kepada Allah akan mengerti kedudukan akalnya. Maka dengan akal itu kenalilah dirimu dan Tuhanmu.
Akal dan perasaan malu, keduanya merupakan harta yang sangat tinggi nilainya. Ilmu yang tidak diamalkan, akal yang tidak digunakan, dan hidup yang tidak menguntungkan, adalah seperti rumah yang tidak ditempati, harta yang tidak diketahui, dan makanan yang tidak disantap. Bangunlah dari kelalaianmu. Basuhlah mukamu dengan air kesadaran lalu perhatikanlah sikapmu, seorang muslim atau kafir, mukmin atau munafik, tauhid atau musyrik, orang pamer atau pengumpat. Allah swt tidak akan memperdulikan apakah kamu rela atau tidak, sebab bahaya dan manfaat keduanya akan kembali kepadamu.. Kalau Dia tidak berbuat baik kepada kita, pasti kita akan binasa. Jika kita menghadap kepada ciptaan Allah, niscaya kita akan hancur.
Dunia ini akan lenyap, umurmu akan habis, dan kehidupan akhirat telah dekat kepadamu, tetapi keinginanmu tidak tertuju kesana, bahkan keinginanmu tertuju kepada harta benda dan mengumpulkannya. Kamu mengkufuri nikmat Allah swt. Jika kamu mendapat keburukan dari-Nya, kamu meronta-ronta, jika mendapat kebajikan, kamu merahasiakannya. Jika kamu menyembunyikan nikmat Allah swt. Dan tidak mau mensyukurinya, maka Dia akan mengambil kenikmatan-Nya dari dirimu. Sebagaimana yang disabdakan Nabi saw. “ Jika Allah swt. Memberi nikmat kepada hamba-Nya, Dia suka jika nikmat itu diperlihatkan kepada-Nya.”
Wahai orang beriman, jika kamu menghendaki kebajikan dunia akhirat, amalkan ilmumu dan ilmu orang lain. Wahai orang kaya, jika kamu menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat, santunilah orang-orang fakir dengan hartamu.
“Allahuma ya Allah, lunakkan hati kami dalam menerima keputusan dan takdir-takdir-Mu.”
Akal dan perasaan malu, keduanya merupakan harta yang sangat tinggi nilainya. Ilmu yang tidak diamalkan, akal yang tidak digunakan, dan hidup yang tidak menguntungkan, adalah seperti rumah yang tidak ditempati, harta yang tidak diketahui, dan makanan yang tidak disantap. Bangunlah dari kelalaianmu. Basuhlah mukamu dengan air kesadaran lalu perhatikanlah sikapmu, seorang muslim atau kafir, mukmin atau munafik, tauhid atau musyrik, orang pamer atau pengumpat. Allah swt tidak akan memperdulikan apakah kamu rela atau tidak, sebab bahaya dan manfaat keduanya akan kembali kepadamu.. Kalau Dia tidak berbuat baik kepada kita, pasti kita akan binasa. Jika kita menghadap kepada ciptaan Allah, niscaya kita akan hancur.
Dunia ini akan lenyap, umurmu akan habis, dan kehidupan akhirat telah dekat kepadamu, tetapi keinginanmu tidak tertuju kesana, bahkan keinginanmu tertuju kepada harta benda dan mengumpulkannya. Kamu mengkufuri nikmat Allah swt. Jika kamu mendapat keburukan dari-Nya, kamu meronta-ronta, jika mendapat kebajikan, kamu merahasiakannya. Jika kamu menyembunyikan nikmat Allah swt. Dan tidak mau mensyukurinya, maka Dia akan mengambil kenikmatan-Nya dari dirimu. Sebagaimana yang disabdakan Nabi saw. “ Jika Allah swt. Memberi nikmat kepada hamba-Nya, Dia suka jika nikmat itu diperlihatkan kepada-Nya.”
Wahai orang beriman, jika kamu menghendaki kebajikan dunia akhirat, amalkan ilmumu dan ilmu orang lain. Wahai orang kaya, jika kamu menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat, santunilah orang-orang fakir dengan hartamu.
“Allahuma ya Allah, lunakkan hati kami dalam menerima keputusan dan takdir-takdir-Mu.”
Langganan:
Postingan (Atom)
