Rabu, 13 Oktober 2010

Maksiat adalah MUSIBAH....

Orang yang mendapat musibah sejatinya bukanlah yang ditinggal mati anaknya atau kehilangan harta, keluarga, dan kekasihnya. Tetapi, yang sebenarnya tertimpa musibah adalah orang yang dihantam dosa, diserang oleh syahwat, dan ditimpuk oleh berbagai kesalahan sehingga ia seperti kulit yang lapuk dan usang. Inilah orang yang sesungguhnya memperoleh musibah dan patut diberi ungkapan bela sungkawa.

Ia habiskan waktu mudanya untuk meraih semua kenikmatan. Ia habiskan umurnya untuk segala yang terlarang. Janganlah menganggap bahwa yang berduka dan mendapat musibah adalah mereka yang tertawan, terkena penyakit, dilanda kemiskinan, atau sedang di penjara. Bahkan, bisa jadi semua itu justru membuat mereka bisa menjalin kedekatan dengan Allah swt. sehingga memperoleh ampunan dan Ridha-Nya. Adakalanya kesembuhan itu datang setelah meminum obat yang pahit. Dan adakalanya pula kebaikan itu datang lewat jalan keburukan.

Yang sebenarnya ditimpa musibah adalah mereka yang bermaksiat kepada Allah swt. dan tidak bertobat dari dosa. Ia masukan kotoran maksiat kedalam kerajaannya yang bersih ini. Ia penuhi neraka dosa dalam kalbunya hingga datang kematian sedangkan ia hanya bisa menatap tanpa membawa dunia ataupun akhirat. Itu betul-betul merupakan kerugian yang nyata. Banyak sekali orang yang membelanjakan harta dan uangnya dijalan Allah. Namiun, yang mau mengorbankan jiwanya guna meraih ridha Allah swt. amatlah sedikit.

Apabila engkau ditanya tentang siapakah yang pantas diratapi adalah seorang hamba yang Allah karuniai kesehatan dan kekayaan, lalu menghabiskan keduanya untuk bermaksiat kepada Allah, membuat kerusakan dimuka bumi, dan menuruti hawa nafsunya sendiri. Bila engkau tidur dalam kondisi bermaksiat dan mencampuradukan antara yang baik dan yang jahat, semua itu akan kau lihat dalam mimpi. Karena itu, hendaklah engkau tidur dalam keadaan suci dan bertobat, serta memperbanyak istighfar. Dengan begitu, kalbumu akan segera dimasuki oleh cahaya iman, engkaupun akan menyaksikan keajaiban dalam mimpimu, serta Allah swt. akan melindungimu dari segala bisikan setan.

Abu Umamah mendengar Rasulullah saw. bersabda," Siapa memasuki tempat tidurnya dalam keadaan suci seraya mengingat Allah swt. hingga kantuk tiba, maka jika diwaktu malam dia bangun lalu meminta kebaikan dunia dan akhirat kepada Allah, niscaya Allah akan memberinya."' ( H.R al-Tarmidzi dalam shahihnya ). Sebaliknya, siapa yang pada siang harinya bermaksiat dan melakukan perbuatan tak berguna, pada malamnya ia akan lalai dari Allah. Sungguh keliru kalau orang yang meratapi kepergian istri, suami, anak, atau orang tuanya. Tetapi, yang sesungguhnya perlu diratapi adalah kalau mereka tidak bertakwa kepada Allah, tidak takut dengan-Nya, serta tidak memiliki rasa cinta kepada-Nya.

Ketahuilah, yang seharusnya paling perlu ditangisi adalah akalmu. Akal tersebut kering sebagaimana tumbuhan hijau dan tanaman mengalami kekeringan. Padahal dengan akal, seseorang bisa hidup bersama Allah dan bersama manusia. Ia hidup bersama manusia dengan ahlaknya, dan bisa hidup bersama Allah dengan mengikuti syariat-Nya. Rasulullah saw. bersabda, '" Siapa yang tak menjaga diri ketika sudah beruban, tidak malu dengan aibnya, serta tidak takut kepada Allah didunia, Allah pun tidak butuh padanya."'

Mereka yang disebut para pendusta ...

Sikap tidak bersandar kepada mahluk, menjaga diri dari harta mereka, meminta hajat kepada Allah swt., serta bertawakal kepada-Nya merupakan timbangan milik kaum zuhud yang fakir kepada Allah swt. Allah swt. berfirman, " tegakkanlah timbangan tersebut dengan adil. " ( Q.s. Ar-Rahman :9 ). Oleh karena itu, Allah akan menampakkan orang jujur dengan kejujurannya dan orang yang bohong dengan kebohongannya. Dengan kebijakan dan limpahan karunia-Nya, akan Allah uji kaum fakir yang tidak jujur dengan menampakkan keinginan yang mereka sembunyikan, dengan menyingkap syahwat yang mereka tutupi, serta membuka kecintaan terhadap para penguasa dunia yang mereka sembunyikan. Mereka menghinakan diri dihadapan para hamba dunia dengan membenarkan semua keinginan mereka, berdiri dipintu-pintu rumah mereka, serta mengekor pada mereka.

Diantara mereka ada yang berhias seperti calon pengantin, karena mereka akan bertemu dengan para hamba dunia itu. Mereka sibuk memperbagus penampilan mereka untuk mendapatkan simpati dangan melalaikan aspek Ruhiyah. Allah pun akan membuka aib mereka dan menyngkap kondisi mereka yang sebenarnya. Kedudukan mereka sebagai hamba Allah berganti menjadi "guru sang penguasa, guru sang menteri, dan imamnya raja. Mereka adalah pendusta atas nama Allah. Mereka adalah sosok-sosok yang memalingkan manusia dari berteman dengan wali-Nya. Masyarakat awam melihat mereka seperti orang-orang yang mempunyai kedudukan khusus disisi Allah swt.. Mereka menjadi penghalang bagi ahli hakikat yang sebenarnya. Mereka laksana awan bagi matahari. Mereka memukul gendangnya, menyebarkan panjinya, memakai baju yang dihias, serta memakai mahkota kepalsuan.

Mereka mengaku berilmu padahal tidak tahu, mereka mengklaim dekat dengan Al-Qur'an padahal tidak pernah memeliharanya. Mereka juga mengaku sebagai pengemban sunnah Nabi padahal tidak mengindahkan dan tak memahaminya. Lidah mereka penuh dengan pengakuan dusta, hati mereka kosong tanpa makna, mata mereka tertuju pada kenikmatan dunia, tangan mereka terjulur pada manusia, serta leher-leher mereka condong pada pangkat dan jabatan. Allah swt. berfirman " Agar dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka." ( Q.S. al- Ahzab :8 ). " Supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan menyksa orang-orang munafik jika dikehendaki-Nya atau menerima taubat mereka. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " ( Q.S. al-Ahzab :24 )

Jika orang yang jujur dan benar saja ditanya apalagi pendusta yang cuma mengaku-ngaku. Mereka merasa berat untuk melakukan amal saleh serta enggan mengabdi pada Allah Yang Maha Besar dan maha Mulia. Bukankah mereka mendengar firman Allah yang berbunyi, " Katakan ( wahai Muhammad ), " Beramalah kalian ! Maka Allah, Rassul-Nya, serta orang-orang beriman akan melihat amal kalian. Dan kalian akan dikembalikan pada yang Maha Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lallu Allah akan memberitahukan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan, " ( Q.S. Al- Taubah : 105 ). Secara lahiriah mereka barpakaian seperti pakaian orang-orang yang benar dan bertutur kata seperti tutur katanya orang-orang yang arif. Namun, mereka bersikap layaknya sikap orang-orang yang dusta dan berpaling dari Allah. Juga bertingkah layaknya tingkah laku orang-orang munafik. La haula wa la quata illa bi Allah...... !

Minggu, 11 Juli 2010

Mengingat mati dan kehidupan sesudahnya...........

Orang yang tenggelam dalam keduniaan dan terpedaya olehnya, tentu hatinya lalai mengingat mati. Jika diingatkan tentang mati, maka dia merasa tidak suka dan menghindar. Dalam hal ini, manusia ada yang tenggelam, ada yang bertaubat, ada yang memulai dan ada yang sadar dan waspada.

Orang yang tenggelam dalam keduniaan tidak akan mengingat mati. Kalaupun dia mengingat mati, maka dia akan menyayangkan terhadap keduniaan yang belum diraihnya, lalu sibuk mencerca mati. Ingatannya tentang kematian hanya membuatnya semakin jauh dari Allah swt.

Sedangkan orang yang bertaubat, dia banyak mengingat mati untuk membangkitkan ketakutan dalam hatinya, agar dia bisa betaubat secara sempurna. Boleh jadi dia takut mati. karena merasa tabatnya belum sempurna atau sebelum dia memperoleh bekal yang layak. Ketidaksukaannya terhadap kematian masih bisa ditolerir, dan yang demikian ini tidak termasuk dalam sabda Nabi saw. " Siapa yang tak suka bertemu dengan Allah swt, maka Allah swt pun tak suka bertemu dengannya."

Dia takut bertemu Allah swt, karena menyadari keterbatasan dan keteledoran dirinya. Dia tak ubahnya orang yang menunda pertemuan dengan kekasih, karena masih sibuk menyiapkan pertemuan dengan-Nya, agar pertemuan itu benar-benar menyenangkannya. Jadi tidak dianggap sebagai ketidak sukaan terhadap pertemuan itu. Tandanya, dia selalu mengadakan persiapan dan tidak menyibukkan diri dengan urusan lain. Jika tidak, maka dia sama saja dengan orang yang tenggelam dalam keduniaan.

Sedangkan orang sadar selalu mengingat mati, karena kematian merupakan saat yang dijanjikan untuk bertemu sang kekasih. Tentu saja dia tidak lupa saat pertemuan dengan kekasih. Biasanya orang yang seperti itu menganggap lamban saat datangnya pertemuan itu. Dia lebih suka segera lepas dari tempat yang dipenuhi orang-orang yang durhaka, lalu berpindah kesisi Rabbul Alamin, sebagaimana yang dikatakan sebagian diantara mereka. "Sang kekasih datang dari atas sana."

Jadi keengganan orang yang bertaubat terhadap terhadap kematian masih bisa ditolerir. Sementara ada orang lain yang justru mengharapkan kematian. Yang lebih tinggi derajatnya adalah rang yang menyerahkan urusannya kepada Allah st, sehingga dia tidak memilih hidup dan tidak memilih mati untuk dirinya. Cinta semacam ini berubah menjadi kepasrahan dan penyerahan diri. Ini merupakan puncak tujuan

Bagaimanapun juga mengingat mati itu ada pahala dan keutamaan. Orang yang tenggelam dalam keduniaan, mengingat mati justru untuk mendekatkannya kepada keduniaan itu.


Ya Rabb....sadarkanlah diriku bila ku lalai, ingatkanlah diriku selalu dengan cobaan-Mu, bersihkanlah semua kekotoran yang melekat dibadanku terlebih kekotoran yang ada jauh didalam lubuk hatiku yang karena jauhnya sampai-sampai aku tidak melihatnya dan seungguhnya Engkau Tuhanku yang Maha Melihat, dan akhiri hidupku dengan Khusnul khatimah....Amin Ya Rabbal Alamin

Kedurhakaan...

Kedurhakaan tidak bisa bergeser dari tempatnya karena niat. Seperti orang yang membangun mesjid dengan harta yang haram, sekalipun memang hal itu dimaksudkan untuk kebaikan. Niat tidak memberikan pengaruh apa-apa. Tujuan kepada kebaikan dengan keburukan adalah bentuk lain dari keburukan. Kebaikan dapat dikenalil keberadaannya sebagai kebaikan berdasarkan ketentuan syariat. Maka bagaimana mungkin keburukan dapat menjadi kebaikan ? Sama sekali tidak bisa.

Siapa yang mendekati penguasa untuk membangun mesjid dan sekolahan dengan harta yang haram, sama seperti mendekati ulama yang buruk, agar ulama buruk ini mengajarkan ilmu kepada orang-orang bodoh dan jahat yang sibuk dengan berbagai macam kefasikan. Kalau pun mereka ini belajar dari ulama buruk itu, sama saja mereka memotong jalan Allah, tidak lepas dari kesibukan keduniaan dan mengikuti hawa nafsu. Semua beban ini akan ditanggung oleh guru mereka, jika sang guru mengetahui niat dan tujuan mereka yang tidak benar.

Karena pertimbangan seperti inilah para pengarang mempelajari berbagai macam kisah. Tujuan mayoritas di antara mereka sudah bisa ditebak, yaitu untuk mendapatkan keduniaan dan harta benda. Pengajaran yang mereka sampaikan juga membantu menciptakan kerusakan. Dengan begitu bisa diketahui bahwa ketaatan bisa berubah menjadi kedurhakaan karena tujuan dan niat. Sedangkan kedurhakaan sama sekali tidak bisa berubah menjadi ketaatan dengan niat dan tujuan. Bahkan jika kedurhakaan ini disertai dengan niat yang buruk, maka dosanya akan semakin berlipat ganda.

" Ya Allah, berikanlah kami Al-Furqan....agar kami bisa membedakan yang baik dengan yang buruk, dan kami berlindung kepada-Mu ya Allah dari kebodohan dan ketidaktahuan sesungguhnya Engkaulah Tuhan kami yang Maha Mengetahui, Maha Melihat, dan Maha Mendengar....."

Rabu, 07 April 2010

PIKIRAN.....

BoLeh jadi pikiran itu tertuju kepada suatu urusan yang berkaitan dengan agama dan bisa jadi berkaitan dengan selain agama. Namun yang kami maksudkan adalah yang berkaitan dengan agama. Uraian tentang masalah ini cukup panjang lebar. Untuk itu manusia bisa melihat empat perkara : ketaatan, kedurhakaan, hal-hal yang merusak dan hal-hal yang menyelamatkan. Jangan lalai terhadap diri sendiri dan jangan lalaikan sifat-sifatmu yang menjauhkan diri dari Allah swt. dan yang mendekatkan dirimu kepada-Nya.

Setiap hamba harus memiliki daftar, yang didalamnya tertulis sifat-sifat yang merusak, sifat-sifat yang menyelamatkan, kefurhakaan dan ketaatan. Dia harus menunjukkan semua itu kepada dirinya sendiri. Cukup bagi dirinya untuk melihat sepuluh macam perusak. Jika dia selamat dari sepuluh sifat ini, tentu dia juga selamat dari sifat-sifat yang lain. Yaitu, Bakhil, takabur, ujub, riya, dengki, amarah, menjelek-jelekan makanan, menjelek-jelekan apa yang terjadi, cinta kepada harta dan cinta kepada tahta.

Hal-hal yang menyelamatkan juga ada sepuluh macam, yaitu: Menyesali dosa, sabar dalam menghadapi cobaan dan musibah, ridha terhadap qadha', mensyukuri nikmat, menyelaraskan ketakutan dan harapan, zuhud di dunia, ikhlas dalam amal, ahlak yang baik, mencintai Allah dan tunduk.

Inilah dua puluh perkara, sepuluh tercela dan sepuluh lagi terpuji. Selagi seseorang bisa menahan diri dari salah satu hal-hal yang tercela, berarti dia mencoret hal yang tercela itu dari daftarnya, tidak memikirkannya dan bersyukur kepada Allah swt. karena yang demikian itu. Hendaknya dia juga menyadari bahwa yang demikian itu tidak terjadi kecuali berkat taufiq Allah swt. dan pertolongan-Nya. Kemudian dia akan berhadapan dengan sembilan sisanya. Begitulah yang dia lakukan terhdap masing-masing diantara perkara-perkara tersebut.

Dia juga dituntut untuk memiliki sifat-sifat yang menyelamatkan. Jika dia memiliki salah satu dari sepuluh sifat-sifat itu, seperti taubat atau penyesalan umpamanya, berarti telah menetapkan nya dalam daftar nya, lalu dia dituntut untuk menyibukkan dalam sembilan sisanya. Mereka yang menganggap dirinya termasuk dalam golngan orang-orang yang shalih harus memunculkan didalam daftarnya kefurhakaan-kedurhakaan yang nyata, seperti makan-makanan yang syubhat, menggunjing dan mengadu domba dengan lidah, memuji diri sendiri, berlebih-lebihan dalam memberikan loyalitas kepada penguasa dan memerangi musuh serta meninggalkan amar ma'ruf nahi munkar.

siapa yang menganggap dirinya termasuk orang-orang yang shalih, tentu tidak akan selamat dari berbagai macam kedurhakaan semacam ini. Selagi anggota tubuh tidak terbebas dari dosa, maka tidak mungkin baginya untuk bisa mengisi hati dan mensucikannya. Setiap orang tentu memiliki sifat yang menonjol dari sifat-sifat ini. Karena dia harus mencari dan memikirkannya, sebagai contoh adalah ulama yang hati-hati (wara'). Biasanya dia tidak terbebas dari keinginan untuk menonjolkan dirinya, mencari ketenaran dan pujian, entah karena kegiatannya dalam mengajar atau menyampaikan dakwah.

Siapa yang keadaannya seperti itu, berarti dia berhadapan denga bencana yang besar. Tidak ada yang bisa selamat dari sifat ini kecuali shiddiqun. Minimal mereka memiliki sifat cemburu seperti kecemburuan para wanita. Semuaitu termasuk sifat-sifat yang merusak didalam hati, yang dikiranya sebagai sesuatu yang menyelamatkan. Sehingga dengan begitu diapun termasuk orang-orang yang tertipu. Siapa yang merasa pada dirinya ada sifat-sifat seperti ini, maka hendaklah dia menyendiri dan mengasingkan diri, tidak perlu mencari ketenaran dan meninggalkan dunia fatwa.

Para sahabat juga meninggalkan fatwa, dan masing-masing diantara mereka suka jika ada saudaranya yang mau mewakilinya. Dalam keadaan seperti itu dia harus menjauhi syetan yang berupa manusia. Mereka berkata, " Banyak orang yang membutuhkan ilmu." Dia bisa menjawab," Islam tidak membutuhkan diriku. Andaikan aku mati, Islam tidak akan binasa, Aku perlu menata hatiu sendiri."
Maka hendalklah pikiran orang yang berilmu lebih tertuju kepada sifat-sifat yang tersembunyi ini. Kita memohon kepada Allah swt. agar memperbaiki hati kita dan melimpahkan taufiq-Nya terhadap apa yang diridhai-Nya

Jumat, 02 April 2010

Tanda-tanda ahlak yang baik

Tanda-tanda Ahlak yang baik

Boleh jadi seseorang telah berusaha menata jiwanya, sehingga dia sudah bisa meninggalkan hal-hal yang keji dan kedurhakaan. Kemudian dia mengira bahwa ahlaknya sudah tertata, lalu tidak mau lagi berusaha. Ini tidak benar. Sebab ahlak yang baik itu merupakan kumpulan sifat-sifat orang Mukmin, sebagaimana yang digambarkan Allah swt. dalam firman-Nya, " Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang bila disebut nama Allah, gemetarlah hatinya, dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabb lah mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rizki yang kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Rabbnya dan ampunan serta rizki (nikamat) yang mulia.” ( Q.s. Al-Anfal : 2-4).”
“ Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang khusyu dalam sholatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari ( perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau hamba sahaya yang mereka milikki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela. Barangsiapa yang mencari dibalik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat ( yang dipikulnya ) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara shlolatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi surge firdaus. Mereka kekal didalamnya.”
“ Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orrang yang berjalan diatas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka , maka mereka mengucapkan kata-kata ( yang mengandung ) keselamatan.” (Q.s. Al-Furqon : 63)

Keberadaan sifat-sifat ini merupakan tanda ahlak yang baik, dan ketiadaan sifat-sifat ini merupakan tanda ahlak yang buruk. siapa yang kesulitan mengukur dirinya, maka hendaklah ia membandingkan dirinya dengan ayat–ayat ini
Ahlak-ahlak yang baik lainnya adalah, sabar dalam menghadapi gangguan.
Inilah gambaran jiwa yang bisa merendahkan diri berkat latihan, sehingga ahlak mereka menjadi baik dan batinya tidak terkecoh, lalu menghasilkan keridhaan terhadap takdir. Siapa yang tidak memiliki sifat-sifat seperti ini, maka dia harus rajin-rajin melatih diri, yang lama-kelamaan Insya Allah dia bisa mencapainya…Amin.
“ Ya Allah, limpahkanlah taufik kepada kami untuk melakukan apa-apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhoi….Amin.”

Rabu, 24 Maret 2010

MALAPETAKA

Dari Ali r.a Nabi saw. bersabda : " Jika umatku telah melakukan 15 perkara, akan muncul malapetaka." Beliau pun ditanya, " apa saja ya Rasulullah ?" Rausulullah menjawab, " (1) jika harta rampasan perang telah diperebutkan, (2). amanah menjadi ( lahan mengeruk) keuntungan, (3) harta zakat ditahan, (4). suami tunduk pada isterinya, (5). durhaka kepada ibunya, (6). lebih suka berbuat baik kepada temannya, (7). orang tuanya dijauhi, (8). suara-suara lantang ( fasik ) dimasjid-masjid, (9). pemimpin suatu kaum adalah orang yang paling hina, (10). memuliakan seseorang karena takut kejahatannya, (11).minum khamar, (12) lelaki memakai sutra, (13). mengidolakan biduan, (14). mengidolakan alat musik, (15). generasi umat sekarang mengutuk para pendahulunya. Jadi, pada kondisi seperti itu tunggulah ( perhatikan ) angin kemerah-merahan, atau ditenggelamkanya bumi ( banjir) atau dihancurkannya (gempa bumi). Masya Allah....!!

Bila kita tafsirkan dengan keadaan sekarang :

1. Harta rampasan perang telah diperebutkan :
Saya menafsirkan harta itu adalah harta negara yang saat ini sedang digerogoti oleh para pengusaha2 yang kita kenal dengan istilah KONGLOMERAT HITAM....DAN ITU SUDAH TERJADI...!

2. Amanah menjadi (lahan mengeruk) keuntungan :
Orang menjadi pejabat untuk bisa melakukan KORUPSI, apalagi dengan sistem PILKADA siapa saja bisa menjadi pejabat negara asal ada uang dan pengaruh (penjahat/ preman pasar)...DAN ITU SUDAH TERJADI...!

3. Harta ZAKAT ditahan :
Jika kita mendengar laporan keuangan mesjid setiap hari jum'at, begitu banyaknya uang kas mesjid tapi masyarakat disekitar mesjid itu hidup penuh kekurangan padahal Rasulullah saw. bersabda : ' Hendaknya setiap mesjid itu menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat disekitarnya."...DAN ITU SUDAH TERJADI....!

4. Suami tunduk pada isterinya :
Dan saat ini tidak heran medengar itu, karena sudah umum dan masyarakat sepertinya sudah memaklumi isteri2 sekarang memang mendominasi membuat keputusan2 dalam rumah tangga....DAN ITU SUDAH TERJADI....!

5. Durhaka kepada ibunya :
Masya Allah....saat ini banyak anak menitipkan ibunya di panti2 jompo karena tidak mau direpotkan mengurus dan merawatnya yang sudah tua/pikun dan sakit2an dan lebih durhakanya lagI... lebih memuliakan isterinya daripada ibunya....Nauzubillahminzalik...!....DAN ITU SUDAH TERJADI...!

6. Lebih suka berbuat baik kepada temannya :
DAN ITU SUDAH TERJADI...!

7. Orang tuanya dijauhi :
Saat ini banyak seorang anak dengan alasan sibuk bekerja tidak sempat menengok orang tuanya...DAN ITU SUDAH TERJADI...!

8. Suara2 lantang (fasik) dimesjid2 :
Banyak para DAI sekarang menyeru kepada kebaikan, sementara meraka tidak melakukannya..... DAN ITU SUDAH TERJADI....!

9. Pemimpin suatu kaum adalah orang yang palin hina :
(lihat point 2 diatas)......DAN ITU SUDAH TERJADI....!

10. Memuliakan seseorang karena takut akan kejahatannya :
MAFIA yang berkedok ORMAS...DAN ITU SUDAH TERJADI...!

11. Minum khamar :
DAN ITU SUDAH TERJADI....!

12. Lelaki memakai sutera :
DAN ITU SUDAH TERJADI....!

13. Mengidolakan biduan :
Banyak berdirinya FAN'S CLUB....DAN ITU SUDAH TERJADI....!

14. Mengidolakan alat musik :
Banyak saat ini orang membeli alat musik bekas dengan nilai yang luar biasa, karena bekas pemusik terkenal....DAN ITU SUDAH TERJADI....!

15. Generasi umat sekarang mengutuk para pendahulunya :
DAN ITU SUDAH TERJADI....!

AKIBATNYA :
1. Tunggulah angin kemerah2an :
Angin puting beliung...DAN ITU SUDAH TERJADI....!

2 Ditenggelamkannya bumi :
TSUNAMI ACEH....dan saat ini terjadi banjir hampir diseluruh wilayah Indonesia ...DAN ITU SUDAH TERJADI....!

3. Dihancurkannya bumi ( gempa bumi ) :
Gempa bumi di Yogyakarta dan Tasikmalaya, Padang dan hampir sebagian wilaya Indonesia dibarengi dengan Longsor dan banjir bandang ....DAN ITU SEMUA SUDAH TERJADI....!


ITULAH SEBAGIAN TANDA-TANDA KECIL KIAMAT YANG SUDAH DAN SEDANG TERJADI, BERDASARKAN HADIST RASULULLAH SAW,....DAN KITA SEMUA SAAT INI SEDANG BERADA DIZAMAN ITU......MASYA ALLAH....!

"YA ROB....SELAMATKANLAH KAMI DARI BENCANA KIAMAT YANG TANDA-TANDANYA TELAH DISAMPAIKAN OLEH KEKASIHMU RASULULLAH SAW, AMPUNILAH SEGALA DOSA KAMI, YANG KECIL MAUPUN YANG BESAR, YANG KAMI SENGAJA MAUPUN YANG TIDAK KAMI SENGAJA, YANG SUDAH MAUPUN YANG BELUM KAMI TERJADI...TERIMALAH TAUBAT KAMI YA ROB....SESUNGGUHNYA ENGKAU MAHA PENERIMA TAUBAT....AMIN YA ROBBAL ALAMIN."

Selasa, 23 Maret 2010

ZAKAT UNTA

Ubay bin Kaab r.a bercerita, “ suatu ketika, Rasulullah saw menyuruhku mengumpulkan zakat mal. Aku menjumpai seseorang yang telah menjelaskan hartanya, ternyata ia wajib membayar zakat seekor anak unta yang berumur satu tahun. Akupun menagih pembayarannya. Ia berkata, “ Apa gunanya seekor anak unta berusia satu tahun? Ia tidak dapat memberi susu atau ditunggangi. “ Lalu ia membawa seekor unta betina dewasa dan berkata.”Ambilah unta ini.” Aku berkata, “ Aku tidak dapat menerima unta yang melebihi kadarnya. Namun jika engkau bersikeras ingin memberikannya, kebetulan hari ini Nabi saw. Mengunjungi suatu daerah didekat tempat ini. Sampaikanlah tawaranmu ini kepada beliau. Jika beliau tidak keberatan, aku tidak menolaknya. Sebaliknya, jika beliau keberatan, aku juga menolaknya.”
Kemudian orang itu membawa unta betinanya kepada Nabi saw, ia berkata,” Ya Rasulullah, utusanmu telah datang menemuiku untuk memungut zakat dariku. Demi Allah, sebelumnya aku belum pernah memperoleh kesempatan yang sangat berbahagia ini, yaitu menunaikan zakat kepada Rasulullah atau wakilnya. Oleh sebab itulah aku menyampaikan kepada wakilmu semua milikku. Setelah dihitung olehnya, ia memutuskan bahwa aku wajib berzakat seekor anak unta berumur satu tahun. Ya Rasulullah, anak unta seumur itu belum dapat mengeluarkan susu atau dijadikan tunggangan. Aku ingin menggantinya dengan seekor unta betina dewasa,tetapi ia tidak maumenerimanya. Untuk itulah aku menemui engkau dengan membawa unta betina ini.”
Rasulullah saw. Bersabda, “ Benar, hanya itulah kewajiban zakatmu. Jika kamu sanggup memberi lebih dari kewajibanmu, apa itupun akan diterima. Semoga Allah membalas kebaikanmu.” Kemudian orang itu menyerahkan unta betinanya dan beliau menerimanya serta mendoakan keberkahan untuknya.”
Demikianlah contoh seorang sahabat yang menunaikan zakat hartanya. Hari ini banyak yang mengaku sebagai pengikut dan pecinta Nabi saw. Namun, jangankan menambah nilai zakat wajib, menunaikannya dengan kadar yang betulpun masih sulit. Dan menunaikan kadar yang wajib dianggap sebagai kematian. Sebagian besar orang kaya tidak pernah membicarakan hal ini sama sekali. Sedangkan kalangan menengah memahami bahwa mereka adalah orang yang beragama, dan zakat mereka hanya ditunaikan untuk sanak saudara serta kaum kerabat, atau jika terdesak, akan diberikan ketempat lain. Dan itulah yang diniatkan sebagai zakat…….Subhanallah…!

Ya Allah tanamkanlah didalam hati kami agar setiap yang diwajibkan atas kami, tidak menjadi beban bagi kami…Amin

Dikutip dari : Kisah teladan Rasulullah dan para sahabat r.a.

Minggu, 07 Maret 2010

RASA MALU

Perasaan malu itu dari Allah swt, bukan dari mahluk. Dialah yang ada sebelum segala sesuatu itu ada, tetapi kamu malu kepada mahluk dan berani menentang Allah, padahal Dia Maha Pemurah dan Mahakaya. Kebiasaan Dia adalah pemurah, sedang kebiasaan selain Dia adalah kikir. Kembalilah kamu dengan segala permintaanmu kepada Allah swt dengan segala ciptaan-Nya. Jagalah batas-batas agama-Nya serta tetaplah kamu bertakwa kepada-Nya, maka Dia akan memberi petunjuk kepadamu. Mohonlah petunjuk kepada-Nya, menghadaplah kepada-Nya dan jangan hiraukan keindahan dunia dan akhirat. Sesungguhnya bagianmu dari keduanya tidak akan terlewatkan. Jika Dia tidak menunjuki hatimu, maka kamu seperti hewan yang tidak berakal. Orang yang dipimpin dengan akalnya untuk taat kepada Allah akan mengerti kedudukan akalnya. Maka dengan akal itu kenalilah dirimu dan Tuhanmu.
Akal dan perasaan malu, keduanya merupakan harta yang sangat tinggi nilainya. Ilmu yang tidak diamalkan, akal yang tidak digunakan, dan hidup yang tidak menguntungkan, adalah seperti rumah yang tidak ditempati, harta yang tidak diketahui, dan makanan yang tidak disantap. Bangunlah dari kelalaianmu. Basuhlah mukamu dengan air kesadaran lalu perhatikanlah sikapmu, seorang muslim atau kafir, mukmin atau munafik, tauhid atau musyrik, orang pamer atau pengumpat. Allah swt tidak akan memperdulikan apakah kamu rela atau tidak, sebab bahaya dan manfaat keduanya akan kembali kepadamu.. Kalau Dia tidak berbuat baik kepada kita, pasti kita akan binasa. Jika kita menghadap kepada ciptaan Allah, niscaya kita akan hancur.
Dunia ini akan lenyap, umurmu akan habis, dan kehidupan akhirat telah dekat kepadamu, tetapi keinginanmu tidak tertuju kesana, bahkan keinginanmu tertuju kepada harta benda dan mengumpulkannya. Kamu mengkufuri nikmat Allah swt. Jika kamu mendapat keburukan dari-Nya, kamu meronta-ronta, jika mendapat kebajikan, kamu merahasiakannya. Jika kamu menyembunyikan nikmat Allah swt. Dan tidak mau mensyukurinya, maka Dia akan mengambil kenikmatan-Nya dari dirimu. Sebagaimana yang disabdakan Nabi saw. “ Jika Allah swt. Memberi nikmat kepada hamba-Nya, Dia suka jika nikmat itu diperlihatkan kepada-Nya.”
Wahai orang beriman, jika kamu menghendaki kebajikan dunia akhirat, amalkan ilmumu dan ilmu orang lain. Wahai orang kaya, jika kamu menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat, santunilah orang-orang fakir dengan hartamu.

“Allahuma ya Allah, lunakkan hati kami dalam menerima keputusan dan takdir-takdir-Mu.”

Jumat, 08 Januari 2010

BACALAH AL'QURAN

Bacalah Al’Quran sesungguhnya dia berisi rambu-rambu ( petunjuk arah ) menuju pada kalam Tuhanmu, Al’Quran akan memberitahu kamu tentang mana yang baik atau mana yang buruk menurut Tuhanmu, Al’Quran juga mengajak kamu untuk mengenal sifat-sifat Tuhanmu mana yang Dia suka ataupun yang Dia tidak suka, yang Dia ridhoi atau yang Dia murkai Al’Quran juga membuat kita tetap berada dijalan yang lurus yaitu jalan Tuhanmu. Al’Quran juga akan mengenalkan kita kepada oerang-orang yang dicintai Allah swt ( para Nabi) sekaligus memberi tahu orang-orang yang Dia benci.
Berlindunglah kamu kepada Allah swt. Dari gangguan iblis yang terkutuk apabila hendak membaca Al’Quran, Yakinkan diri kamu bahwa Allah swt. Akan selalu memberi petunjuk, inspirasi, kreasi dan lain sebagainya kepada hamba-Nya yang membaca Al’Quran sebagaimana firman-Nya didalam Al’ Quran. : “ Janganlah kau gerakan lidah dan bibirmu karena hendak cepat menguasainya, menjadi tanggungan kami mengumpulkannya didalam dadamu sehingga kamu pandai membacanya, manakala Malaikat telah selesai membacanya, ikuti bacaannya setelah itu menjadi tanggungan kamilah penjelasannya.” ( Q.s. Al-Qiyamah. 16-19.) . Jangan kamu dengarkan ulama-ulama yang menakut-nakuti kamu dalam membaca Al’Quran bila tidak ada gurunya, karena siapapun tidak bisa merubah kalimat Tuhanmu yakinlah terhadap janji Allah swt. Yang selalu melindungi hamba-Nya. Tetaplah membaca Al’Quran, dan bacalah yang mudah-mudah dari Al’Quran
Dengan Al’Quran kita mengenal Sang Pencipta, kita mengenal agama yang hak yang diridhoi-Nya. Islam adalah agama tauhid ( mengEsakan Allah swt.) didalam mengEsakan Allah swt. cukup dengan membaca Al’Quran dengan artinya, karena Allah swt sendiri yang akan memberi bimbingan pada seorang hamba yang mencari Tuhannya dengan akal dan pikirannya ( Q.s. Al-Qiyamah tersebut diatas), Dia akan mengilhami setiap hamba-Nya sebagaimana Nabi Ibrahim a.s. pada saat dia mencari Allah swt.Dia juga akan mencairkan hati yang beku, membersihkan hati yang penuh dengan noda-noda dosa, sehingga hati itu hidup dan bersahaja dipenuhi dengan nurani. Hati yang seperti itu akan membuat kamu punya rasa perduli dengan sesamamu, penuh kasih sayang, penuh persahabatan dan persaudaraan seiman. Bacalah yang mudah-mudah dari Al’Quran
Dan ikutilah Nabi saw karena Ayat-ayat Al’Quran ada yang tersurat dan ada yang tersirat, yang tersurat sudah jelas seperti hukum waris, hukum kisas , dalam memahami yang tersirat kita harus merujuk kepada hadist Nabi saw. Tetaplah membaca Al’Quran dan bacalah yang mudah-mudah dari Al’Quran semoga Allah swt selalu melimpahkan karunia-Nya kepada kita semua Amin.

Sabtu, 02 Januari 2010

PIKIRAN MANUSIA

Yusuf berkata, Aku mohon perlindungan kepada Allah dari menahan kecuali orang yang kami ketemukan harta benda kami padanya.” ( Q.s. Yusuf. 79 )
Jika Allah swt dan mengingat-Nya itu ada pada dirimu, maka Dia akan memenuhi hatimu dengan kedekatan bersama-Nya Bisikan Allah tidak akan datang kecuali pada hati yang sunyi dari selain Dia. sehingga pikiran syetan, keinginan, dan dunia akan hilang darimu. Angan-angan itu dari syetan, watak, keinginan, dan dunia. Cita-citamu adalah sesuatu yang menyusahkanmu. Adapun yang terlintas didalam pikiranmu termasuk sebagian dari cita-citamu. Dunia mempunyai bisikan dan akhirat juga mempunyai bisikan. Malaikat mempunyai bisikan dan jiwa juga mempunyai bisikan, bahkan hatipun mempunyai bisikan dan Allah juga mempunyai bisikan. Oleh karena itu sesungguhnya diperlukan ketegasan dalam menolak semua bisikan sehingga hanya bisikan dari Allah swt. Jika kamu menolak bisikan nafsu, keinginan, syetan dan bisikan dunia, maka akan datang kepadamu bisikan akhirat, kemudian bisikan malaikat, dan yang terakhir bisikan Allah swt
Berusahalah untuk mengenal Allah swt, karena itu merupakan induk bagi segala kebaikan. Jika kamu memperbanyak ketaatan kepada-Nya, maka Dia akan memberimu ma’rifat kepada-Nya. Kamu tidak akan mendapatkan sesuatu sedikitpun dari Allah swt. Dengan kemunafikanmu, kefasikanmu dan kekufuranmu. Berjalanlah dengan jasmanimu, kemudian dengan hatimu, kemudian dengan maknamu. Jika kamu telah lemah, maka akan datang kepadamu kedekatan dengan Allah swt. Dan kamu akan sampai kepada-Nya. Jika langkah-langkah hatimu telah terhenti dan kekuatanmu berjalan kepada-Nya telah tiada, hal itu tanda kedekatanmu dengan-Nya, ketika itu menyerahlah dan bersimpuhah dihadapan-Nya
Islam dan imanmu hanyalah pinjaman. Oleh karena itu kamu harus memperbanyak rasa takut, puasa, shalat, dan bangun malam. Itulah sebabnya para orang-orang soleh wajahnya selalu berkerut, mengalami kegelisahan bagi mereka siang menjadi gelap, sedang malam menjadi terang benderang. Mereka itu selalu takut dengan Tuhannya dalam semua keadaan seperti digambarkan Allah swt. Dalam firman-Nya : “orang-orang yang telah memberikan apa yang mereka berikan, dengan hati yang takut.” ( Q.s. Al-Mukminun : 60 ) . Mereka sangat takut kalau-kalau terjerat dalam tipuan, mereka takut imannya telanjang, sesungguhnya mereka mendapatkan kenikmatan dari Allah swt, mereka diizinkan masuk kepada-Nya, sehingga Dialah yang membimbing dan menolong mereka.
Ya Allah, tambahkanlah ilmu kami, luruskanlah pikiran kami dan berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari siksa neraka.”