Rabu, 13 Oktober 2010

Maksiat adalah MUSIBAH....

Orang yang mendapat musibah sejatinya bukanlah yang ditinggal mati anaknya atau kehilangan harta, keluarga, dan kekasihnya. Tetapi, yang sebenarnya tertimpa musibah adalah orang yang dihantam dosa, diserang oleh syahwat, dan ditimpuk oleh berbagai kesalahan sehingga ia seperti kulit yang lapuk dan usang. Inilah orang yang sesungguhnya memperoleh musibah dan patut diberi ungkapan bela sungkawa.

Ia habiskan waktu mudanya untuk meraih semua kenikmatan. Ia habiskan umurnya untuk segala yang terlarang. Janganlah menganggap bahwa yang berduka dan mendapat musibah adalah mereka yang tertawan, terkena penyakit, dilanda kemiskinan, atau sedang di penjara. Bahkan, bisa jadi semua itu justru membuat mereka bisa menjalin kedekatan dengan Allah swt. sehingga memperoleh ampunan dan Ridha-Nya. Adakalanya kesembuhan itu datang setelah meminum obat yang pahit. Dan adakalanya pula kebaikan itu datang lewat jalan keburukan.

Yang sebenarnya ditimpa musibah adalah mereka yang bermaksiat kepada Allah swt. dan tidak bertobat dari dosa. Ia masukan kotoran maksiat kedalam kerajaannya yang bersih ini. Ia penuhi neraka dosa dalam kalbunya hingga datang kematian sedangkan ia hanya bisa menatap tanpa membawa dunia ataupun akhirat. Itu betul-betul merupakan kerugian yang nyata. Banyak sekali orang yang membelanjakan harta dan uangnya dijalan Allah. Namiun, yang mau mengorbankan jiwanya guna meraih ridha Allah swt. amatlah sedikit.

Apabila engkau ditanya tentang siapakah yang pantas diratapi adalah seorang hamba yang Allah karuniai kesehatan dan kekayaan, lalu menghabiskan keduanya untuk bermaksiat kepada Allah, membuat kerusakan dimuka bumi, dan menuruti hawa nafsunya sendiri. Bila engkau tidur dalam kondisi bermaksiat dan mencampuradukan antara yang baik dan yang jahat, semua itu akan kau lihat dalam mimpi. Karena itu, hendaklah engkau tidur dalam keadaan suci dan bertobat, serta memperbanyak istighfar. Dengan begitu, kalbumu akan segera dimasuki oleh cahaya iman, engkaupun akan menyaksikan keajaiban dalam mimpimu, serta Allah swt. akan melindungimu dari segala bisikan setan.

Abu Umamah mendengar Rasulullah saw. bersabda," Siapa memasuki tempat tidurnya dalam keadaan suci seraya mengingat Allah swt. hingga kantuk tiba, maka jika diwaktu malam dia bangun lalu meminta kebaikan dunia dan akhirat kepada Allah, niscaya Allah akan memberinya."' ( H.R al-Tarmidzi dalam shahihnya ). Sebaliknya, siapa yang pada siang harinya bermaksiat dan melakukan perbuatan tak berguna, pada malamnya ia akan lalai dari Allah. Sungguh keliru kalau orang yang meratapi kepergian istri, suami, anak, atau orang tuanya. Tetapi, yang sesungguhnya perlu diratapi adalah kalau mereka tidak bertakwa kepada Allah, tidak takut dengan-Nya, serta tidak memiliki rasa cinta kepada-Nya.

Ketahuilah, yang seharusnya paling perlu ditangisi adalah akalmu. Akal tersebut kering sebagaimana tumbuhan hijau dan tanaman mengalami kekeringan. Padahal dengan akal, seseorang bisa hidup bersama Allah dan bersama manusia. Ia hidup bersama manusia dengan ahlaknya, dan bisa hidup bersama Allah dengan mengikuti syariat-Nya. Rasulullah saw. bersabda, '" Siapa yang tak menjaga diri ketika sudah beruban, tidak malu dengan aibnya, serta tidak takut kepada Allah didunia, Allah pun tidak butuh padanya."'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar