Kamis, 31 Desember 2009

JANGAN MERENDAHKAN DIRI DIDEPAN ORANG KAYA

Nabi kita Muhammad saw. Bersabda :
barangsiapa bersimpuh kepada orang kaya untuk mendapatkan kekayaanya, maka hilanglah dua pertiga agamanya.”
Ini merupakan peringatan bagi orang yang bersimpuh kepada orang kaya, jika kamu memelihara imanmu sehingga pohonnya menjulang, tentu Allah swt akan membuatmu kaya, terhindar dari keinginan nafsu, dan tidak merengek-rengek kepada mahluk. Dia akan membuatmu kaya dari usaha, kaya pula dari penghasilan serta akan mengenyangkan jiwamu, hatimu, nuranimu. Dia akan menghilangkan kefakiranmu dengan cara selalu ingat kepada-Nya. Orang yang menginginkan ilmu dan menginginkan harta dari mahluk selain Dia, sehingga bersimpuh kepadanya, sungguh Allah swt akan menyesatkanmu dengan ilmu yang hilang keberkatannya dan hilang isinya sehingga tinggal kulitnya. Janganlah mengaku beribadah kepada Allah swt.padahal hatinya menyembah selain Dia, jangan takut kepada mereka dan jangan berharap kepada mereka, karena itu akan menjerumuskanmu kepada kemusyrikan.
Bukankah telah ditetapkan bagimu untuk mengikuti syariat agama, yang mengajak kita kepada jalan-Nya, sehingga kita terhindar dari adzab dan hukuman-Nya, apakah kita mengetahui bila kita berada ditengah-tengah mereka , kita termasuk orang yang celaka atau bahagia ? Sesungguhnya yang mengetahui hal itu hanyalah Allah swt semata. Berusahalah utnuk melakukan kebajikan yang telah Dia perintahkan kepadamu. Jadilah kamu orang yang bersungguh-sungguh, maka kamu akan melihat sesuatu yang tidak terlihat oleh selain kamu, ibadah akan menyibakkan tabir bagimu. Jika kamu meninggalkan sesuatu dalam dugaanmu, maka akan datang sesuatu diluar dugaanmu. Jika kamu berpegng teguh pada kekuasaan Allah swt. Serta meyakininya dalam keadaan sunyi dan ramai, tentu dia akan memberikan rezeki kepadamu diluar dugaanmu.
Dunia ini akan lenyap, umurmu akan habis, kiamat semakin mendekat, kehidupan akhirat sudah didepan mata, tapi keinginanmu tidak tertuju kesana, bahkan keinginanmu masih saja tertuju kepada harta benda dan mengumpulkannya, kamu mengkufuri nikmat Allah swt. Jika kamu mendapatkan kebajikan, kamu merahasiakannya, jika kamu mendapatkan keburukannya, kamu meronta-ronta. Jika kita menyembunyikan nikmat Allah swt dan tidak mensyukurinya, maka Dia akan mengambil kenikmatan-Nya dari mu.
Allahumma ya Allah. Lunakkan hati kami dalam menerima keputusan dan takdir-takdir-Mu.”

Selasa, 29 Desember 2009

I L M U

Allah swt. Berfirman : “Jika kamu berbuat baik niscaya kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri, jika kamu berbuat jahat maka ( balasannya ) untuk dirimu juga.” ( Q.s. Al-Isra : 7 )
Jika kamu memberikan makananmu kepada orang yang bertakwa serta membantunya dalam urusan dunia, maka kamu akan mendapatkan pahala dari amalannya, karena kamu telah menolongnya dalam mencapai maksudnya dan kamu menghilangkan bebannya, bahkan kamu juga telah meringankan langkah-langkahnya kepada Tuhannya swt. Jika kamu memberikan makananmu kepada orang munafik yang pamer, durhaka, dan kamu membantunya dalam urusan dunianya, berarti kamu telah ambil bagian dalam amalannya dan akan mendapatkan bagian dosanya. Karena kamu telah membantunya dalam mendurhakai Allah swt, sehingga keburukannya akan kembali kepadamu juga. Belajarlah ilmu, karena tidak ada kebaikan dalam ibadah tanpa ilmu. Belajarlah dan beramalah, sesungguhnya kamu akan bahagia dunia dan akhirat. Jika kamu tidak bersabar dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya, bagimana kamu bisa Berjaya? Meskipun kamu mengerahkan seluruh kemampuanmu, hanya sebagian saja ilmu yang kamu dapatkan.

Salah seorang ulama ditanya, “ Dengan apa kamu bisa mendapatkan ilmu?” Ia menjawab, “ Dengan kerajinan terbang burung gagak, dengan kesabaran unta, dengan kerakusan babi, dan dengan kelicikan anjing. Saya pagi-pagi datang kepada guru sebagaimana burung gagak pagi-pagi rajin terbang. Saya sabar mengemban tugas para guru sebagaimana unta sabar membawa muatan. Saya rakus mencari ilmu sebagaimana babi rakus mencari mangsa. Dan saya pandai membujuk guru sebagaimana anjing pandai mengambil hati majikan, hingga ia diberi makan.

Dengarkanlah penjelasan orang alim ini dan amalkanlah jika kamu ingin meraih ilmu dan kebahagiaan. Ilmu itu hidup dan kebodohan itu kematian. Seorang alim yang mengamalkan ilmunya dengan ikhlas dan sabar mempelajari demi kewajibannya kepada Tuhannya, dan ketika hidup, ia abadi bersama-Nya. Sesungguhnya Dia telah menciptakan kamu supaya menyembah kepada-Nya, maka janganlah kamu bermain-main. Dia ingin kamu menemani-Nya, makanya janganlah kamu sibuk dengan selain Dia. Janganlah kamu membagi cintamu terhadap-Nya dengan sesuatu yang lain. Jika kamu mencintai selain Dia karena kasih sayang, kelembutan, atau karena nafsu, maka itu dibolehkan. Adapun cinta dengan hati nurani, ini tidak diperbolehkan. Adam a.s. ketika hatinya sibuk dengan mencintai surga serta tinggal didalamnya, maka Allah swt memishkan antara Adam dan surga. Ketika Yakub a.s. begitu mencintai Yusuf a.s ( anaknya ), maka Allah swt memisahkan antara Yakub dengan Yusuf. Begitu juga dengan Ibrahim a.s. yang begitu menyayangi Ismail a.s. Allah swt pun memisahkan antara keduanya. Oleh karena itu sibukkanlah dirimu dengan Allah swt, bukan dengan selain Dia. Allahumma ya Allah, berilah kami rezeki berupa ilmu dan keikhlasan.

Senin, 28 Desember 2009

MANGAMALKAN AL'QURAN

Seorang mukmin mempunyai niat yang baik dalam setiap perbuatannya. Ia tidak mau bekerja di dunia untuk dunia, tetapi membangun dunia untuk akhirat. Ia mendirikan mesjid, madrasah dan membangun jalan. Ia juga membangun yang selain itu, untuk keluarganya, para janda dan yatim piatu, sehingga sebagai gantinya ia akan dibuatkan bangunan diakhirat. Jadi dia tidak membangun menurut keinginan hawa nafsunya. Jika seorang manusia selalu bersama Allah swt.dalam setiap keadaan, maka ketiadaan dan wujudnya dengan Allah swt, hatinya berjumpa dengan para nabi dan rasul. Ia menerima apa yang mereka bawa dengan penuh iman dan yakin, sehingga ia berjumpa dengan mereka di dunia maupun di akhirat. Orang yang berdzikir kepada Allah swt , senantiasa hidup. Mereka berdzikir dengan hatinya meskipun tidak dengan lidahnya. Selain berdzikir kepada Allah swt. Ia akan patuh kepada-Nya dan rela terhadap perbuatan-Nya, jika kita tidak setuju dengan datangnya kemarau, berarti kita telah mengkufuri kemarau itu, jika kita tidak setuju kepada-Nya mengenai datangnya musim penghujan, berarti kita menolaknya. Dengan menyetujui dua musim itu akan menghilangkan sakit akibat keduanya. Demikian pula dengan rela menerima bencana, akan menghilangkan kesedihan, kesempitan dan kejemuan.

Mereka adalah orang paling berakal. Dalam setiap keadaan, mereka berkeinginan mendapatkan ampunan dan kesuksesan dari Tuhannya. Janganlah kamu beramal seperti amalan ahli neraka, tetapi kamu mengharapkan surga, sungguh keinginan itu keliru. Sebentar lagi kamu akan disiksa. Kamu dihidupkan supaya taat kepada-Nya, tetapi kamu malah berbuat semaumu. Kesehatan itu pinjaman, demikian juga kekayaan, kedudukan, dan ketentraman. Jangalah kamu gunakan semua itu seenakmu, karena kamu akan ditanya mengenainya. Segala kenikmatan itu dari Allah swt, gunakanlah kenukmatan itu untuk mentaati-Nya. Semua yang kamu sukai itu adalah sesuatu yang menyibukkan, sedangkan orang-orang beriman tidak menginginkan sesuatu kecuali keselamatan bersama Allah swt di dunia dan akhirat. Sebagian dari mereka berkata, “ ikutlah Al-Haq pada mahluk, jangan kamu ikuti mahluk pada Al Haq, tawadhu’lah kepada orang tawadhu’, dan sombonglah pada orang yang sombong “. Ketahuilah, rela kepada Allah swt , itu termasuk ibadahnya orang-orang shalih.

" Ya Allah, tolonglah kami untuk menaati-Mu, jangan hinakan kami dengan mendurhakai-Mu, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta peliharalah kami dari siksa neraka."

Minggu, 27 Desember 2009

MENCNTAI SESAMA MUSLIM

Nabi saw bersabda : “ Seorang mukmin belum sempurna keimanannya sehingga ia menghendaki untuk saudaranya sesuatu yang dia kehendaki untuk dirinya sendiri.”

Inilah ucapan pemimpin dan junjungan kita , penutup para nabi dan rasul dari zaman Adam as. Sampai Hari Kiamat. Sungguh tidak sempurna iman sesorang sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri. Jika kamu menyukai makanan yang lezat, pakaian yang bagus, rumah yang indah, wajah yang tampan, serta banyak uang, sedang untuk saudaramu kamu menyukai yang sebaliknya, berarti kamu telah berdusta dengan pengakuanmu, yakni memiliki iman yang sempurna. Perhatikanlah disekitarmu, kamu punya tetangga yang miskin, kerabat yang miskin, dengan demikian hartamu perlu dizakati. Setiap hari kamu memperoleh keuntungan banyak sekali. Jika dalam keadaan demikian kamu tidak mau memberi kepada mereka, berarti kamu senang jika mereka tetap dalam kefakiran. Jika syetan, keinginan, dan nafsu berada dibelakangmu, tentu akan sulit bagimu melakukan kebaikan. Janganlah kamu musyrik dengan diri, harta, manusia dan segala kepunyaanmu. Barangsiapa mencintai dunia, lupa mati, dan lupa akan berjumpa dengan Allah, tentu dia tidak bisa membedakan mana yang halal dan mana yang haram. Ia mirip seperti yang dikatakan orang kafir dalam Al’quran : “ Kehidupan ini tidak lain adalah kehidupan didunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa.” (Q.s. Al-jatsiyah : 24 )

Kamu harus bersabar dan menghentikan keburukan. Nasihat itu datang kalimat demi kalimat. Jika kamu telah mematuhi sesuatu nasihat maka akan datang nasihat berikutnya. Sedikit sekali orang mau mendengar seruan agar menaati Allah swt. Tentu para da’I itu akan menjadi penghujah atas mereka jika mereka tidak mau menerimanya, sebenarnya keberadaan mereka adalah suatu nikmat bagi kaum muslimin, dan siksa bagi orang-orang munafik serta musuh-musuh Allah swt. . . “ Ya Allah, senangkan kami dengan tauhid, jauhkan kami dari tenggelam ke dalam dunia dan segala sesuatu selain Engkau.” Sadarilah tidak ada sesuatupun yang ada ditangan mahluk. Semua raja dan penguasa, orang kaya dan orang miskin adalah tawanan takdir Allah swt, hati mereka ditangan-Nya, Dia membolak-balikan hati mereka sekendaknya, tidak ada yang menyerupai-Nya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Melhat. Janganlah kamu memberi makan pada nafsumu, sesungguhnya ia akan memakan kamu, dan janganlah kamu biarkan nafsu menghunus pisaunya, sesungguhnya ia akan melemparkanmu ke jurang kehancuran, hentikan gerakannya dan jangan lepaskan keinginan-keinginannya.

Ya Allah. Tolonglah kami dalam menjinakkan nafsu kami, berilah kami kebaikan didunia dan kebaikan diakhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.”

Rabu, 23 Desember 2009

MUNAFIK

Nabi saw. Bersabda : “ Aku dan orang-orang bertakwa dari umatku bebas dari berpura-pura.”

Seorang yang bertakwa tidak pernah berpura-pura dalam beribadah, tetapi sudah menjadi tabiatnya. Dia menyembah Allah swt. Dengan lahir dan batinnya tanpa berpura-pura. Hanya orang-orang munafik selalu berpura-pura dalam semua keadaannya , apalagi dalam beribadah kepada Allah swt. Mereka beribadah dalam bentuk lahir tanpa disertai batinnya, mereka menghapal Al’quran tetapi tidak mengamalkannya, menghapal hadist tapi tidak mengamalkannya, mereka mencegah manusia tapi tidak meninggalkannya, mereka tidak menyadari perbuatan mereka sengat dibenci Allah swt sebagaimana firmanNya “ Sangat besar kebencian disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.

Hendaknya diam dari berkata-kata yang tidak kita lakukan itu menjadi perangai kita, tidak ingin dikenal menjadi pakaian kita dan lari dari mahluk itu menjadi tujuan. Tetapkanlah adab ketika dihadapanNya. Selama hati kita jauh dariNya, berarti adab kita buruk terhadapNya, jika hati kita mendekat berarti adab kita baik. Mereka ( orang-orang munafik ) telah menyia-nyiakan umur untuk menulis dan menghapal ilmu tanpa amal. Nabi saw. Bersabda : “ Pada hari kiamat, Allah swt berfirman kepada para nabi dan ulama, ‘ kamu adalah penjaga manusia, lalu apa yang kamu perbuat dalam penjagaanmu ? ‘ Dia berkata kepada para raja dan orang-orang kaya, ‘ Kamu adalah juru kunci perbendaharaanKu, apakah kamu telah menyumbang orang-orang fakir, merawat anak-anak yatim, dan mengeluarkan hak-Ku dari yang Aku wajibkan atas kamu ?”. Terimalah nasihat Rasulullah, janganlah kau keraskan hatimu seperti batu, hendaklah kamu diam bersama Allah swt ketika datang kodrat dan perbuatanNya kamu akan melihat kelembutan dariNya.

Ya Allah, berilah kami rejeki berupa kepatuhan dan tak membantah. Dan berilah kami kebaikan didunia dan kebaikan diakherat serta hindarkanlah kami dari siksa neraka
Nabi saw. Bersabda : “ Aku dan orang-orang bertakwa dari umatku bebas dari berpura-pura.”
Seorang yang bertakwa tidak pernah berpura-pura dalam beribadah, tetapi sudah menjadi tabiatnya. Dia menyembah Allah swt. Dengan lahir dan batinnya tanpa berpura-pura. Hanya orang-orang munafik selalu berpura-pura dalam semua keadaannya , apalagi dalam beribadah kepada Allah swt. Mereka beribadah dalam bentuk lahir tanpa disertai batinnya, mereka menghapal Al’quran tetapi tidak mengamalkannya, menghapal hadist tapi tidak mengamalkannya, mereka mencegah manusia tapi tidak meninggalkannya, mereka tidak menyadari perbuatan mereka sengat dibenci Allah swt sebagaimana firmanNya “ Sangat besar kebencian disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”

Hendaknya diam dari berkata-kata yang tidak kita lakukan itu menjadi perangai kita, tidak ingin dikenal menjadi pakaian kita dan lari dari mahluk itu menjadi tujuan. Tetapkanlah adab ketika dihadapanNya. Selama hati kita jauh dariNya, berarti adab kita buruk terhadapNya, jika hati kita mendekat berarti adab kita baik. Mereka ( orang-orang munafik ) telah menyia-nyiakan umur untuk menulis dan menghapal ilmu tanpa amal. Nabi saw. Bersabda : “ Pada hari kiamat, Allah swt berfirman kepada para nabi dan ulama, ‘ kamu adalah penjaga manusia, lalu apa yang kamu perbuat dalam penjagaanmu ? ‘ Dia berkata kepada para raja dan orang-orang kaya, ‘ Kamu adalah juru kunci perbendaharaanKu, apakah kamu telah menyumbang orang-orang fakir, merawat anak-anak yatim, dan mengeluarkan hak-Ku dari yang Aku wajibkan atas kamu ?”. Terimalah nasihat Rasulullah, janganlah kau keraskan hatimu seperti batu, hendaklah kamu diam bersama Allah swt ketika datang kodrat dan perbuatanNya kamu akan melihat kelembutan dariNya.

Hendaknya diam dari berkata-kata yang tidak kita lakukan itu menjadi perangai kita, tidak ingin dikenal menjadi pakaian kita dan lari dari mahluk itu menjadi tujuan. Tetapkanlah adab ketika dihadapanNya. Selama hati kita jauh dariNya, berarti adab kita buruk terhadapNya, jika hati kita mendekat berarti adab kita baik. Mereka ( orang-orang munafik ) telah menyia-nyiakan umur untuk menulis dan menghapal ilmu tanpa amal. Nabi saw. Bersabda : “ Pada hari kiamat, Allah swt berfirman kepada para nabi dan ulama, ‘ kamu adalah penjaga manusia, lalu apa yang kamu perbuat dalam penjagaanmu ? ‘ Dia berkata kepada para raja dan orang-orang kaya, ‘ Kamu adalah juru kunci perbendaharaanKu, apakah kamu telah menyumbang orang-orang fakir, merawat anak-anak yatim, dan mengeluarkan hak-Ku dari yang Aku wajibkan atas kamu ?”. Terimalah nasihat Rasulullah, janganlah kau keraskan hatimu seperti batu, hendaklah kamu diam bersama Allah swt ketika datang kodrat dan perbuatanNya kamu akan melihat kelembutan dariNya.

Hendaknya diam dari berkata-kata yang tidak kita lakukan itu menjadi perangai kita, tidak ingin dikenal menjadi pakaian kita dan lari dari mahluk itu menjadi tujuan. Tetapkanlah adab ketika dihadapanNya. Selama hati kita jauh dariNya, berarti adab kita buruk terhadapNya, jika hati kita mendekat berarti adab kita baik. Mereka ( orang-orang munafik ) telah menyia-nyiakan umur untuk menulis dan menghapal ilmu tanpa amal. Nabi saw. Bersabda : “ Pada hari kiamat, Allah swt berfirman kepada para nabi dan ulama, ‘ kamu adalah penjaga manusia, lalu apa yang kamu perbuat dalam penjagaanmu ? ‘ Dia berkata kepada para raja dan orang-orang kaya, ‘ Kamu adalah juru kunci perbendaharaanKu, apakah kamu telah menyumbang orang-orang fakir, merawat anak-anak yatim, dan mengeluarkan hak-Ku dari yang Aku wajibkan atas kamu ?”. Terimalah nasihat Rasulullah, janganlah kau keraskan hatimu seperti batu, hendaklah kamu diam bersama Allah swt ketika datang kodrat dan perbuatanNya kamu akan melihat kelembutan dariNya.



Hendaknya diam dari berkata-kata yang tidak kita lakukan itu menjadi perangai kita, tidak ingin dikenal menjadi pakaian kita dan lari dari mahluk itu menjadi tujuan. Tetapkanlah adab ketika dihadapanNya. Selama hati kita jauh dariNya, berarti adab kita buruk terhadapNya, jika hati kita mendekat berarti adab kita baik. Mereka ( orang-orang munafik ) telah menyia-nyiakan umur untuk menulis dan menghapal ilmu tanpa amal. Nabi saw. Bersabda : “ Pada hari kiamat, Allah swt berfirman kepada para nabi dan ulama, ‘ kamu adalah penjaga manusia, lalu apa yang kamu perbuat dalam penjagaanmu ? ‘ Dia berkata kepada para raja dan orang-orang kaya, ‘ Kamu adalah juru kunci perbendaharaanKu, apakah kamu telah menyumbang orang-orang fakir, merawat anak-anak yatim, dan mengeluarkan hak-Ku dari yang Aku wajibkan atas kamu ?”. Terimalah nasihat Rasulullah, janganlah kau keraskan hatimu seperti batu, hendaklah kamu diam bersama Allah swt ketika datang kodrat dan perbuatanNya kamu akan melihat kelembutan dariNya.

Hendaknya diam dari berkata-kata yang tidak kita lakukan itu menjadi perangai kita, tidak ingin dikenal menjadi pakaian kita dan lari dari mahluk itu menjadi tujuan. Tetapkanlah adab ketika dihadapanNya. Selama hati kita jauh dariNya, berarti adab kita buruk terhadapNya, jika hati kita mendekat berarti adab kita baik. Mereka ( orang-orang munafik ) telah menyia-nyiakan umur untuk menulis dan menghapal ilmu tanpa amal. Nabi saw. Bersabda : “ Pada hari kiamat, Allah swt berfirman kepada para nabi dan ulama, ‘ kamu adalah penjaga manusia, lalu apa yang kamu perbuat dalam penjagaanmu ? ‘ Dia berkata kepada para raja dan orang-orang kaya, ‘ Kamu adalah juru kunci perbendaharaanKu, apakah kamu telah menyumbang orang-orang fakir, merawat anak-anak yatim, dan mengeluarkan hak-Ku dari yang Aku wajibkan atas kamu ?”. Terimalah nasihat Rasulullah, janganlah kau keraskan hatimu seperti batu, hendaklah kamu diam bersama Allah swt ketika datang kodrat dan perbuatanNya kamu akan melihat kelembutan dariNya.

Ya Allah



M U N A F I K

Selasa, 22 Desember 2009

T A U B A T

Nabi Saw bersabda : “ Barangsiapa dibukakan baginya pintu kebaikkan, maka cepat-cepatlah mendatanginya, sesungguhnya ia tidak tahu kapan pintu itu akan ditutup baginya. “

Bersegeralah mengambil keuntungan dari pintu kehidupan selagi belum ditutup untuk kita, dengan cara memperbanyak melakukan amal-amal baik selagi masih ada kesempatan sepanjang sisa umur kita. Bangun kembali apa yang sudah kita rusakkan, mari kita cuci apa yang sudah kita lumuri dengan najis, mari bersihkan yang sudah kita kotori, kembalikan apa yag sudah kita ambil dan kembalikanlah kepada Allah Swt sang Pemilik langit dan bumi.

Berdoalah memohon ampunanNya, ridhoNya dan kasih sayangNya, sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Pada Hari Kiamat, orang akan ingat apa yang dia perbuat sewaktu didunia, baik berupa kebaikan atau keburukan, disana tidak berguna penyesalan, amal, Dzikir yang penting adalah sekarang sebelum mati sebagaimana yang disabdakan nabi saw : “ Dunia itu ladang akherat, barangsiapa menanam kebaikan akan mendapat apa yang dia inginkan, Barangsiapa menanam keburukan akan mendap at penyesalan.”

Berjalan dibawah naungan kitab Allah swt dan sunah Rasul saw. Akan membawa kita kepada kejayaan, janganlah kita melalaikan waktu kita dengan menyibukkan diri mengumpulkan apa yang tidak kita makan, jangan mengangan-angankan sesuatu yang tidak akan kita temukan, dan membangun sesuatu yang tidak akan kita tempati. Karena semua itu akan menghalangi kita menuju ke hadirat Allah swt. Carilah Yang Memberi Nikmat, jangan hanya mencari nikmat. Carilah tetangga sebelum mencari rumah. Dialah yang ada sebelum segala sesuatu itu ada, Dialah yang mengadakan segala sesuatu. Kita harus selalu mengingat maut, sabar dalam menghadapi ujian dan bertawakal kepada Allah dalam semua keadaan.

Ya Allah jadikanlah kami berada dalam kehadiratMu dan bersamaMu, berilah kami kebaikan didunia dan akhirat, serta peliharalah kami dari siksa api neraka.”

Senin, 21 Desember 2009

sabar

Sesungguhnya kemenangan mendapatkan sesuatu disisi Allah swt, hanyalah diperoleh dengan sabar. Oleh karena itu, Allah swt sangat menekankan perihal sabar. Sabar dan fakir tidaklah berkumpul melainkan pada diri seorang mukmin. Orang-orang yang mencintai Allah swt itu diuji, lalu mereka bersabar dan bertekad melakukan kebaikan bersama bencana yang menimpanya. Mereka bersabar atas sesuatu yang menimpa diri mereka dari Tuhan mereka. Jika bukan karena kesabaran, tentu mereka tidak melihatNya diantara kamu. Setiap malam matanya terjaga, kalaupun pada siang hari matanya sedikit terpejam, itupun dilakukannya untuk kemaslahatannya juga, itulah sebenarnya taufiq dari Allah swt. Seandainya tidak ada orang berakal diantara mereka dan bergaul dengan mereka, niscaya mereka akan menjadi riya, munafik, zhalim, syubhat dan haram bahkan akan semakin banyak dari mereka akan mengkufuri nikmat dari Allah swt dengan melakukan kedurhakaan dan kefasikan.

Kita tidak diciptakan untuk hidup kekal dan bersenang-senang didunia, melainkan untuk beribadah kepada Allah swt dengan cara menyembahNya (melakukan sholat), mengikuti perintahNya ( beramal dengan harta, ilmu, tenaga dan doa), menjauhi laranganNya ( judi, khamar, zinah,gunjing, ghibah, fitnah, membunuh ) itulah seorang hamba Allah yang taat. Jika kita ingin Allah swt selalu bersama kita, sibukkanlah diri kita dengan menaatiNya, sabar bersamaNya, serta ridha dengan segala perbuatanNya kepada kita, carilah akhirat dengan banyak beramal, lawanlah nafsu dengan menaati Allah, nasehati dulu nafsu kita baru nasehati orang lain. Tidurlah dalam pelukkan takdir dan berbantalkan sabar, berselimut pasrah, tetap beribadah sambil menanti pertolongan Allah swt, bila kita melakukan itu, Allah swt akan memberi rejeki dari arah yang tidak kita duga.

Taatlah kepada Allah swt, menyerahlah kepadaNya karena Dia adalah Tuhan langit dan bumi sesungguhnya siksaNya sangat pedih yang akan mengambil keamanan dan keselamatanmu, sekali lagi takutlah kepadaNya. Nikmati apa yang telah Dia berikan kepada kita dan syukuri itu, jangan mengeluh bila datang kesulitan dan bersyukurlah bila diberi kemudahan, ingatkan selalu diri kita akan ancaman maut yang datangnya tidak pernah ada yang bisa menduga, kapan saja, dimana saja,dan kepada siapa saja, yakinlah akan ada kehidupan setelah kematian. Pilihan hidup diakherat itu ada 2 (dua) yaitu 1. syurga ( yang menurut syifatnya penuh dengan kenikmatan dan kesenangan ) 2. Neraka ( yang menurut syifatnya penuh dengan siksaan dan ancaman ). Jauhi orang-orang bodoh, pemalas, lalai, dan yang keranjingan melakukan perbuatan dosa yang mencintai dunia dengan menukarnya dengan akherat, yang membeli kesesatan dengan petunjuk. Gunakan waktu kita untuk memohon ampunanNya dengan beristighfar setiap waktu, jangan biarkan syetan-syetan membisikkan kata-kata manisnya, lamunan hampanya kedalam diri kita, kita harus selalu dalam keadaan sadar dan waspada terhadap musuh-musuh Allah yang mengintai kita dari tempat yang tidak kita lihat.

“Ya Allah berilah kami kebaikkan didunia dan kebaikkan di akherat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka “