Nabi saw. Bersabda : “ Aku dan orang-orang bertakwa dari umatku bebas dari berpura-pura.”
Seorang yang bertakwa tidak pernah berpura-pura dalam beribadah, tetapi sudah menjadi tabiatnya. Dia menyembah Allah swt. Dengan lahir dan batinnya tanpa berpura-pura. Hanya orang-orang munafik selalu berpura-pura dalam semua keadaannya , apalagi dalam beribadah kepada Allah swt. Mereka beribadah dalam bentuk lahir tanpa disertai batinnya, mereka menghapal Al’quran tetapi tidak mengamalkannya, menghapal hadist tapi tidak mengamalkannya, mereka mencegah manusia tapi tidak meninggalkannya, mereka tidak menyadari perbuatan mereka sengat dibenci Allah swt sebagaimana firmanNya “ Sangat besar kebencian disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”
Hendaknya diam dari berkata-kata yang tidak kita lakukan itu menjadi perangai kita, tidak ingin dikenal menjadi pakaian kita dan lari dari mahluk itu menjadi tujuan. Tetapkanlah adab ketika dihadapanNya. Selama hati kita jauh dariNya, berarti adab kita buruk terhadapNya, jika hati kita mendekat berarti adab kita baik. Mereka ( orang-orang munafik ) telah menyia-nyiakan umur untuk menulis dan menghapal ilmu tanpa amal. Nabi saw. Bersabda : “ Pada hari kiamat, Allah swt berfirman kepada para nabi dan ulama, ‘ kamu adalah penjaga manusia, lalu apa yang kamu perbuat dalam penjagaanmu ? ‘ Dia berkata kepada para raja dan orang-orang kaya, ‘ Kamu adalah juru kunci perbendaharaanKu, apakah kamu telah menyumbang orang-orang fakir, merawat anak-anak yatim, dan mengeluarkan hak-Ku dari yang Aku wajibkan atas kamu ?”. Terimalah nasihat Rasulullah, janganlah kau keraskan hatimu seperti batu, hendaklah kamu diam bersama Allah swt ketika datang kodrat dan perbuatanNya kamu akan melihat kelembutan dariNya.
“Ya Allah, berilah kami rejeki berupa kepatuhan dan tak membantah. Dan berilah kami kebaikan didunia dan kebaikan diakherat serta hindarkanlah kami dari siksa neraka”
Rabu, 23 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar