Nabi saw bersabda : “ Seorang mukmin belum sempurna keimanannya sehingga ia menghendaki untuk saudaranya sesuatu yang dia kehendaki untuk dirinya sendiri.”
Inilah ucapan pemimpin dan junjungan kita , penutup para nabi dan rasul dari zaman Adam as. Sampai Hari Kiamat. Sungguh tidak sempurna iman sesorang sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri. Jika kamu menyukai makanan yang lezat, pakaian yang bagus, rumah yang indah, wajah yang tampan, serta banyak uang, sedang untuk saudaramu kamu menyukai yang sebaliknya, berarti kamu telah berdusta dengan pengakuanmu, yakni memiliki iman yang sempurna. Perhatikanlah disekitarmu, kamu punya tetangga yang miskin, kerabat yang miskin, dengan demikian hartamu perlu dizakati. Setiap hari kamu memperoleh keuntungan banyak sekali. Jika dalam keadaan demikian kamu tidak mau memberi kepada mereka, berarti kamu senang jika mereka tetap dalam kefakiran. Jika syetan, keinginan, dan nafsu berada dibelakangmu, tentu akan sulit bagimu melakukan kebaikan. Janganlah kamu musyrik dengan diri, harta, manusia dan segala kepunyaanmu. Barangsiapa mencintai dunia, lupa mati, dan lupa akan berjumpa dengan Allah, tentu dia tidak bisa membedakan mana yang halal dan mana yang haram. Ia mirip seperti yang dikatakan orang kafir dalam Al’quran : “ Kehidupan ini tidak lain adalah kehidupan didunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa.” (Q.s. Al-jatsiyah : 24 )
Kamu harus bersabar dan menghentikan keburukan. Nasihat itu datang kalimat demi kalimat. Jika kamu telah mematuhi sesuatu nasihat maka akan datang nasihat berikutnya. Sedikit sekali orang mau mendengar seruan agar menaati Allah swt. Tentu para da’I itu akan menjadi penghujah atas mereka jika mereka tidak mau menerimanya, sebenarnya keberadaan mereka adalah suatu nikmat bagi kaum muslimin, dan siksa bagi orang-orang munafik serta musuh-musuh Allah swt. . . “ Ya Allah, senangkan kami dengan tauhid, jauhkan kami dari tenggelam ke dalam dunia dan segala sesuatu selain Engkau.” Sadarilah tidak ada sesuatupun yang ada ditangan mahluk. Semua raja dan penguasa, orang kaya dan orang miskin adalah tawanan takdir Allah swt, hati mereka ditangan-Nya, Dia membolak-balikan hati mereka sekendaknya, tidak ada yang menyerupai-Nya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Melhat. Janganlah kamu memberi makan pada nafsumu, sesungguhnya ia akan memakan kamu, dan janganlah kamu biarkan nafsu menghunus pisaunya, sesungguhnya ia akan melemparkanmu ke jurang kehancuran, hentikan gerakannya dan jangan lepaskan keinginan-keinginannya.
“ Ya Allah. Tolonglah kami dalam menjinakkan nafsu kami, berilah kami kebaikan didunia dan kebaikan diakhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.”
Minggu, 27 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar