Rabu, 13 Oktober 2010

Mereka yang disebut para pendusta ...

Sikap tidak bersandar kepada mahluk, menjaga diri dari harta mereka, meminta hajat kepada Allah swt., serta bertawakal kepada-Nya merupakan timbangan milik kaum zuhud yang fakir kepada Allah swt. Allah swt. berfirman, " tegakkanlah timbangan tersebut dengan adil. " ( Q.s. Ar-Rahman :9 ). Oleh karena itu, Allah akan menampakkan orang jujur dengan kejujurannya dan orang yang bohong dengan kebohongannya. Dengan kebijakan dan limpahan karunia-Nya, akan Allah uji kaum fakir yang tidak jujur dengan menampakkan keinginan yang mereka sembunyikan, dengan menyingkap syahwat yang mereka tutupi, serta membuka kecintaan terhadap para penguasa dunia yang mereka sembunyikan. Mereka menghinakan diri dihadapan para hamba dunia dengan membenarkan semua keinginan mereka, berdiri dipintu-pintu rumah mereka, serta mengekor pada mereka.

Diantara mereka ada yang berhias seperti calon pengantin, karena mereka akan bertemu dengan para hamba dunia itu. Mereka sibuk memperbagus penampilan mereka untuk mendapatkan simpati dangan melalaikan aspek Ruhiyah. Allah pun akan membuka aib mereka dan menyngkap kondisi mereka yang sebenarnya. Kedudukan mereka sebagai hamba Allah berganti menjadi "guru sang penguasa, guru sang menteri, dan imamnya raja. Mereka adalah pendusta atas nama Allah. Mereka adalah sosok-sosok yang memalingkan manusia dari berteman dengan wali-Nya. Masyarakat awam melihat mereka seperti orang-orang yang mempunyai kedudukan khusus disisi Allah swt.. Mereka menjadi penghalang bagi ahli hakikat yang sebenarnya. Mereka laksana awan bagi matahari. Mereka memukul gendangnya, menyebarkan panjinya, memakai baju yang dihias, serta memakai mahkota kepalsuan.

Mereka mengaku berilmu padahal tidak tahu, mereka mengklaim dekat dengan Al-Qur'an padahal tidak pernah memeliharanya. Mereka juga mengaku sebagai pengemban sunnah Nabi padahal tidak mengindahkan dan tak memahaminya. Lidah mereka penuh dengan pengakuan dusta, hati mereka kosong tanpa makna, mata mereka tertuju pada kenikmatan dunia, tangan mereka terjulur pada manusia, serta leher-leher mereka condong pada pangkat dan jabatan. Allah swt. berfirman " Agar dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka." ( Q.S. al- Ahzab :8 ). " Supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan menyksa orang-orang munafik jika dikehendaki-Nya atau menerima taubat mereka. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " ( Q.S. al-Ahzab :24 )

Jika orang yang jujur dan benar saja ditanya apalagi pendusta yang cuma mengaku-ngaku. Mereka merasa berat untuk melakukan amal saleh serta enggan mengabdi pada Allah Yang Maha Besar dan maha Mulia. Bukankah mereka mendengar firman Allah yang berbunyi, " Katakan ( wahai Muhammad ), " Beramalah kalian ! Maka Allah, Rassul-Nya, serta orang-orang beriman akan melihat amal kalian. Dan kalian akan dikembalikan pada yang Maha Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lallu Allah akan memberitahukan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan, " ( Q.S. Al- Taubah : 105 ). Secara lahiriah mereka barpakaian seperti pakaian orang-orang yang benar dan bertutur kata seperti tutur katanya orang-orang yang arif. Namun, mereka bersikap layaknya sikap orang-orang yang dusta dan berpaling dari Allah. Juga bertingkah layaknya tingkah laku orang-orang munafik. La haula wa la quata illa bi Allah...... !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar